image
Dalam upaya meningkatkan kemampuan petugas/staf bidang pertanian khususnya dalam penanggulangan hama dan penyakit tanaman, Dinas Pertanian, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Yalimo melakukan pelatihan bagi petugas/staf sebanyak 3 orang  ke Balitsereal dari tanggal 22 – 24 April 2013.
Peserta diterima langsung oleh Bapak Dr M.Aqil selaku Kepala Seksi Jasa Penelitian dan Bapak Ir. Andi Haris Talanca selaku peneliti bidang Hama dan Penyakit pada kesempatan itu beliau memaparkan sekilas tentang Balitsereal yang dilanjutkan dengan pemaparan materi Hama dan penyakit diantaranya organisme pengganggu tanaman jagung dan permasalahannya.
Dilapangan pada proses pelaksanaan usahatani jagung mengalami berbagai hambatan diantaranya kesiapan benih dan pupuk tepat waktu, ketersediaan air irigasi atau pompanisasi, serta gangguan hama penyakit terutama penyakit bulai.
Penyakit ini merupakan penyakit utama pada tanaman jagung di Indonesia dan Negara-negara penghasil jagung lainnya di dunia. Kerusakan yang diakibatkan oleh infeksi penyakit bulai dapat mencapai 100%, terutama pada varietas jagung rentan.
Hal ini sangat penting untuk diwaspadai oleh karena apabila terjadi serangan berat pada tanaman jagung, maka dapat terjadi kegagalan panen. Beberapa daerah di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit ini sudah menjadi endemik, sehingga keberadaannya (sebagai sumber inokulum) selalu ada yang menyebabkan pertanaman jagung berpotensi terserang berat yang pada akhirnya berpengaruh terhadap penurunan produksi namun saat ini Balitsereal telah merilis varietas jagung yang tahan terhadap penyakit bulai.
Kasus endemic penyakit bulai terjadi di Kabupaten Kediri, Jawa Timur dengan intensitas serangan penyakit bulai tinggi mencapai 95%.
Penyebab utamanya adalah umumnya petani jagung di daerah tersebut selalu menanam kapan saja tidak serempak tanam, karena ditunjang oleh pengairan yang baik sehingga dijumpai adanya pertanaman jagung pada berbagai tingkat umur, yang berakibat pada keberadaaan sumber inokolum bulai selalu tersedia. Kalau keadaan ini dibiarkan terus tanpa ada musyawarah diantara kelompok tani untuk serempak tanaman jagung, maka penyakit bulai akan menjadi ancaman serius.
Selanjutnya para peserta mengunjungi Laboratorium Hama Penyakit maka kesempatan ini mereka dibimbing langsung oleh Dr Amran sebagai peneliti utama pada bidang keahlian penyakit tanaman.
Sumber: balitsereal.litbang.deptan.go.id.